Surat untuk James

 

            Tidak ada seorangpun yang dapat mengerti maksud Tuhan. Banyak hal terjadi seperti bencana maupun berkat yang dapat dinikmati. James lahir di Indonesia, tepatnya di Lombok. Saat ini ia sedang mengembang ilmu di Italia. Tinggal sendiri di sebuah apartemen yang tak jaraknya tak jauh dari kampusnya, sekitar 2km sehingga ia bisa pergi ke kampus dengan jalan kaki. Saat masih pagi, James mendadak terbangun dari tidurnya karena memikirkan sesuatu. Kemudian ia mendengarkan ada berita di televisi. Ada virus baru yang biasa disebut corona. Salah satu virus mematikan dan masih di negara China. Beberapa bulan kemudian, virus tersebut merambah ke berbagai penjuru dunia. Hingga pemerintah Italia memberlakukan “lock down” dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Seluruh aktivitas dilakukan di rumah atau tempat tinggal masing – masing. Hanya beberapa petugas keamanan negara saja yang boleh keluar rumah untuk menjaga seluruh lingkungan disana.

            Tak terasa sudah kurang lebih selama dua bulan di rumah saja. Kondisi benar – benar terasa mencekam. Akhirnya masih ada kesempatan James untuk kembali ke Indonesia, sebelum makin melebar dan terjebak di Italia. “Boy, kamu kapan kembali? Mammy kangen, semua rindu di rumah” telepon dari sang Ibu. Boy adalah panggilan untuk James karena satu – satunya anak laki – laki di rumah. Tidak lama kemudian James memesan tiket pesawat dan terbang ke Lombok. Saat itu di Indonesia masih aman. Sesampainya di rumah, “Boy, gimana kuliahmu?” tanya Ayah, “Ini masih online jadi bisa dari sini” jawab James.

            Di bulan ke enam, James kembali ke Italia untuk memperjuangkan dan mempertanggung jawabkan ke keluarga dan diri sendiri. Sehingga dia terjebak di negara orang. Semangat untuk James, semoga kamu lekas lulus.

Komentar